Cerita

Bermain Futsal dan Berhijab, Kenapa Tidak?

“Kadang sebagian orang tabu mengaitkan perempuan, kerudung, dan futsal. Namun sebagian yang lain tidak, kami percaya tidak ada hal yang menghalangi perempuan berkerudung untuk berprestasi termasuk dalam olahraga. Perempuan dengan kerudungnya tidaklah berbeda, sama – sama bisa berkarya dan punya daya.”

Begitulah kalimat panjang yang pernah saya sampaikan kepada Bella, adik kelas saya ketika menanyakan tentang saya, kerudung, dan futsal. Mungkin beberapa orang memang menganggap perempuan, apalagi berkerudung, tabu untuk menggeluti olahraga terutama futsal. Saya tidak mempunyai kuasa untuk banyak menceritakan tentang kerudung maupun futsal. Oh ya, nama saya Fiska Aprily, gemar membaca dan bermain futsal, si nomer punggung 4 di setiap jersey futsalnya. Panggil saja Icak.

Bermain Futsal Mengenakan Kerudung

Saya hanya ingin berbagi cerita tentang kerudung dan futsal yang ada di kehidupan saya. Saya mulai mengenakan kerudung sejak semester III masa kuliah. Saat itu pula saya mulai bergabung dan mengikuti kegiatan latihan rutin bersama Tim Futsal Puteri FEB Unsoed. Dan ya, saya bersama beberapa teman – teman yang lain tetap mengenakan kerudung kami. Saya bukan sekali dua kali mengeluh panas dan kerepotan menggunakan kerudung. Bayangkan saja lari – lari di lapangan indoor yang sangat pengap, panas, dan harus menggunakan pakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki. Tapi, ada benefit tersendiri ketika lapangan yang kami gunakan untuk latihan adalah lapangan outdoor, matahari sedikit susah payah membuat kulit kami gosong ;). Kerepotan lainnya adalah, ketika terlambat datang ke tempat pertandingan, tidak jarang saya riweuh sendiri mencari manset, legging, dan kerudung khusus bermain yang belum saya pakai, kemudian berlarian menuju ruang ganti. Pada awal saya menggunakan kerudung, saat itu bertepatan juga pertama kalinya diadakan turnamen futsal antar fakultas dengan tambahan kategori futsal puteri, sebut saja Unsoed Futsal League (UFL). Sampai sekarang turnamen tersebut masih diselenggarakan setiap tahunnya.

 

Disuruh Ngaji Suporter Lawan

Selama mengikuti latihan rutin, sparing, maupun turnamen banyak sekali komentar – komentar yang sering kali membuat geli, kesal, hingga marah. Masih ingat dan akan selalu teringat salah satu cemoohan supporter lawan saat itu, “Mba ngapain pake kerudung main futsal? ngaji aja sana.” Kalau – kalau pertandingan saat itu dapat dihentikan sebentar agar saya dapat mencari pemilik mulutnya dan kulempar bola, sayangnya tidak. Rasanya ingin marah saat itu tentu saja, namun saya memilih untuk katakan ‘terserah sajalah’ dan diam.

Usai memenangkan pertandingan, ternyata tidak lantas membuat cemoohan itu hilang dari benak. Kerap kali saya mengumpat, “memangnya kenapa kalau pakai kerudung main futsal?” Entah atas dasar apa dia mengatakan hal itu, bahkan mungkin dia hanya asal saja berbicara. Semoga dia mengikuti perjalanan UFL hingga lulus. Jika memang dia benar – benar selalu ada di tribun penonton, pasti dia menyaksikan seberapa banyak atlet futsal puteri yang berprestasi meski mereka mengenakan kerudungnya. Kecewalah dia dengan cemoohannya dulu.

Mengenakan Kerudung Tidak Mengganggu Performa Bermain

Tidak ada perbedaan atau hambatan saat berlatih futsal, kecuali jika kami mengenakan jubah panjang. Mengenakan kerudung tidak lantas membuat kami tidak mempunyai kemampuan bermain, kecuali memang kami tidak konsisten berlatih. Saat ini sudah banyak kita saksikan jawara atlet-atlet futsal atau cabang olahraga lain yang mengenakan kerudungnya, apakah masih tabu dengan perpaduan olahraga dan kerudung? Semoga saja sudah tidak ada teriakan lagi di tribun saat atlet – atlet berkerudung menunjukkan kemampuannya.

Bukan ingin mengajari sesuatu, kami hanya ingin menunjukkan beberapa komentar miring tentang atlet yang berkerudung dapat kami patahkan dengan prestasi. Kiranya dapat menahan kalimat “Ngapain sih futsal pake kerudung emang ngga panas?” “Pake kerudung emang ngga ribet?” “Perempuan pake kerudung emang pantes main bola pecicilan lari-lari dilapangan?” karena tentu saja kamupun tahu bahwa jawabannya adalah panas dan lebih ribet daripada tidak mengenakan, namun biarkan itu menjadi urusan kami. Berhentilah berfikir bahwa kerudung menghalangi sesuatu atau membuat kami tidak bisa memberikan yang terbaik. Lalu masalah pantas atau tidak pantas perempuan mengenakan kerudung bermain futsal, saya biarkan mereka berpendapat tentang itu. Futsal memberikan dampak baik bagi saya dan beberapa pihak lain, jadi saya biarkan saja mereka sibuk dengan ketidakpantasan yang mereka maksudkan.

Kemudian, ini benar- benar hak semua perempuan. Mengenakan kerudung atau tidak, kita adalah sama. Semangat, konsistensi, dan latihan lah yang dapat membedakan kemampuan kita.

 

Fiska Aprily, diajang Unsoed Futsal League 2016

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *