Tips

Lebaran sebentar lagi, opor ayam sudah menanti~

Bagaimana perasaan teman-teman menghadapi lebaran? Masih sibuk bikin kue? Atau udah ngulek bumbu opor?

Seperti tradisi di Indonesia, umumnya di hari raya seperti Idulfitri ini tidak lengkap rasanya kalau tidak ada hidangan opor ayam dan ketupat. Yay! Inilah yang sering ditunggu-tunggu para handai taulan, merayakan kemenangan sambil menyantap hidangan spesial. Tapi, ngerasa nggak sih kalau moment lebaran dimana setelah puasa sebulan penuh kamu langsung makan makanan sejenis opor ayam yang penuh santan itu baik untuk kesehatan?

Pada dasarnya tidak ada makanan yang tidak baik. Hanya jumlahnya saja yang perlu diperhatikan. Termasuk pada makanan sejenis opor ayam yang biasa kita santap di hari lebaran. Ternyata kandungan dalam satu porsi opor ayam mengandung sekitar 415 kkal (kilo kalori), loh. Jumlah tersebut sama dengan 3x porsi nasi putih satu piring ukuran sedang. Dari 415 kkal tersebut terdiri dari 34,5 gram lemak, 19,6 gram protein, dan 6,73 gram karbohidrat. Nah, kebayang nggak tuh kalau lebaran ini kita makan opor ayam sampai nambah berkali-kali, berapa kalori yang masuk ke tubuh kita? Apalagi bisa dipastikan hampir semua orang kalau berkunjung ke rumah-rumah saudara atau tetangga, disuguh sama makanan yang sama. Opor ayam!

Selain opor ayam yang menjadi menu utama, sebagai orang Indonesia sejati tak puas rasanya jika makan tanpa olahan beras. Karena lebaran identik dengan ketupat, jadi makanan satu ini selalu pasti jadi teman opor ayam. Taukah kamu? Tinggi kalori dari ketupat atau lontong dalam satu porsinya mencapai 144 kkal per 100 gram. Jumlah ini lebih tinggi dari porsi regular nasi putih satu porsi pada umumnya. Kalau opor ayam ditambah ketupat lalu masih ada tambahan sambal ati goreng misalnya, wah… pesta pora nih perut! Beneran ngerayain kemenangan. Tapi, puasa sebulan kemarin kan bukan lomba laper-laperan. Tapi lomba meraih pahala dari Allah SWT. Jadi, sepertinya kita perlu tetap menjaga makanan yang masuk ke perut.

Lho emangnya kalau banyak kalori yang  masuk kenapa, kak?

Jadi gini sodara-sodara… tubuh kita butuh yang namanya energi, kan. Buat mikir, buat kerja, buat lari, buat macem-macem. Nah energi ini didapet dari makanan yang kita konsumsi. Dimana dari sekian ribu jenis makanan yang ada, nggak semuanya bersifat sama. Contohnya sayur dan buah. Mereka lebih banyak menyumbang zat gizi makro seperti serat, mineral, vitamin, dan lain-lain dengan kalori yang rendah. Sedangkan untuk ikan, daging-dagingan, santan, dan lain-lain menyumbang zat gizi lain seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Zat gizi ini punya peran masing-masing dalam hal memberi energi pada tubuh. Hanya catatannya, jika tubuh menerima asupan zat gizi terutama seperti karbohidrat dan lemak dalam jumlah berlebih akibatnya akan berimbas pada kondisi kesehatan tubuh kita.

Nggak sedikit orang-orang mengeluh ‘penyakit lebaran’ muncul kemudian. Sariawan, diare, dan hipertensi adalah kasus terbanyak yang dilaporkan pihak medis dalam kurun waktu seminggu pasca lebaran. Masalah-masalah tersebut bisa sangat ditelaah sebabnya. Sariawan karena rasa asam-kecut-manis-asin hampir ada di semua makanan lebaran dan kita cenderung susah menghindarinya. Diare penyebabnya pun sama, ditambah dengan orang-orang sering malas cuci tangan pakai sabun. Pada hipertensi, sangat bisa dipastikan karena kandungan santan dan daging-daging lain yang memang rentan menjadi penyebab naiknya tekanan darah.

Terus gimana kak biar nggak tiba-tiba suka sariawan atau tensinya naik? Masa nggak ikut makan opor sih?

Oooh tenang… kamu tetap bisa menjemput kebahagian makan makanan lebaran tanpa harus takut jadi terganggu kesehatannya. Adalah lengkapi dengan sayur dan buah-buahan. Bisa jadi usulan nih untuk kumpul keluarga, jangan lupa untuk selalu menyediakan sayur dan buah-buahan. Karena setelah kue-kue lebaran sampai opor sudah masuk ke mulut sampai perut kita, sayur dan buah bisa menjadi penyeimbang kalori dan menanggulangi masalah kesehatan yang mungkin terjadi saat lebaran.

Selain itu tetep… jangan lupa olahraga. Olahraga disini nggak melulu kamu harus renang atau jogging setelah salam-salaman sama orang sekampung, kok. Tapi minimal tubuh kamu tidak dimanjakan dengan cuma goler-goler di kasur rumah nenek. Emang, sih, menyenangkannya tiada tara. Tapi, kan, tetap sehat jadi hal yang lebih menyenangkan dan patut disyukuri. Tull nggak?

 

dikelola dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *