Cerita,  news

3 Atlet Putri Penyumbang Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018

Sejak dibukanya pesta olahraga Asia yaitu Asian Games 2018 oleh Bapak Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Agustus 2018 lalu, Indonesia sudah meraih tiga medali emas pada perhelatan hari kedua. Medali pertama, kedua, dan ketiga secara berurutan di raih oleh atlet putri pada cabang olahraga yang berbeda. Nah, siapa saja mereka? Kenalan yuk!

 

Defia Rosmaniar

(Sumber Foto: Instagram.com/@defiarosmaniar)

Defia Rosmaniar adalah peraih medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 2018. Defia adalah atlet dari cabang olahraga taekwondo poomsae putri. Pertandingan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Plenary Hall, JCC, Minggu (19/8). Defia menang dengan poin 8.690. Wakil Iran Marjan meraih medali perak dengan skor 8.470.

Selain menjadi peraih emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 2018, atlet kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini juga mencetak sejarah untuk pertama kalinya cabang olahraga taekwondo menyumbangkan medali emas di ajang Asian Games. Sebelumnya, Defia juga membawa pulang medali emas pada ajang olahraga taekwondo Asia di Vietnam bulan Mei lalu. Terima kasih banyak, Defia!

 

Lindswell Kwok

(Foto: Dok. inasgoc)

Pada cabang olahraga wushu kali ini, Lindswell Kwok meraih skor tertinggi saat turun di nomor Taijijian dengan meraih skor 9.75. Lindswell total mengumpulkan skor 19.50. Lindswell mengalahkan atlet wushu Juanita Mok Uen asal Hong Kong (19,42) dan Agatha Chrystenzen Wong (Filipina) yang meraih total poin 19,36. Lindswell memastikan medali emasnya untuk Indonesia.

Ada kabar sedih sekaligus membanggakan datang dari atlet wushu kebanggaan Indonesia, Lindswell Kwok. Putri bangsa kelahiran Medan, 24 September 1991 mengawali kariernya pada tahun 2005 kini memutuskan untuk pensiun setelah mempersembahkan medali emas kedua untuk Indonesia pada ajang Asian Games 2018. Ia telah banyak mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui keindahannya bermain wushu. Terima kasih banyak, Lindswell Kwok!

 

Tiara Andini Prastika

(foto: Instagram/@tiara_andini_prastika)

Medali ketiga untuk Indonesia di Asian Games 2018 diraih oleh Tiara Andini Prastika, pada cabang olahraga balap sepeda gunung di nomor downhill Tiara mengalahkan Vipavee Deekaballes yang berada di posisi dua dan terpaut 9,598 detik. Tiara memastikan medali emas ketiga untuk Indonesia di Asian Games 2018.

Atlet kelahiran 22 Maret 1996 ini sudah menjadikan medali emas di Asian Games 2018 sejak kejuaraan Asia 2017 lalu. Berbagai prestasi nasional maupun internasional pernah diraihnya. Tiara Andini meraih peringkat 3 di Asia Championship Downhill 2017 dan 2018.  Pada Kejuaraan Dunia 2017 lalu, Tiara menduduki peringkat 14. Dan kini Tiara Andini ada di peringkat ke-16 dalam rangking Union Cycliste International (federasi balap sepeda internasional). Bangga, ya? Terima kasih banyak, Tiara!

Medali keempat diraih oleh rekan Tiara pada cabang sepeda balap gunung yaitu Khoiful Mukhib. Merupakan suatu kebanggaan besar bagi bangsa Indonesia akhirnya dapat menyabet 4 medali emas dan memastikan berada di posisi 4 klasemen. Semoga dengan prestasi atlet putra putri Indonesia di Asian Games 2018 dapat menumbuhkan semangat bagi atlet Indonesia lain. Tiga peraih medali emas pertama oleh atlet putri diharapkan sekaligus dapat mematahkan ketabuan yang menganggap berprestasi di bidang olahraga hanya bisa untuk laki-laki. Indonesia, bisa!

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *