Cerita

Nadya, berharap menjadi volunteer taunya terpilih menjadi perwakilan cabor Taekwondo di Asian Games 2018

Permata Cinta Nadya atau Nadya ia sering disapa, adalah seorang atlet Taekwondo kelahiran 12/18/1999. Meskipun saat ini masih berumur 18 tahun namun prestasinya sudah luar biasa. Tahun ini Nadya berkesempatan mengikuti ajang bergengsi tingkat Asia yaitu Asian Games 2018 di cabang olahraga Taekwondo 57 kg.

Sebelum mengikuti Asian Games 2018, Nadya mengikuti pertandingan di Korea selatan pada bulan Juli 2018 lalu. Pertandingan tersebut juga menjadi hal yang paling berkesan selama Ia mengikuti pertandingan-pertandingan taekwondo. Alasanya karena saat itu di Korea sedang musim dingin dan saat itu harus menurunkan berat badannya sebesar 5 kg demi dapat mengikuti pertandingan. Selain itu Korea adalah negara impiannya.Pertandingan tersebut bertempat di Korea World University dan berhasil mendapat Perunggu.

Terkait pengalamannya sampai terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk cabang olahraga  Taekwondo di Asian Games 2018 cukup membuat terkejut pasalnya hal ini tidak pernah disangka oleh Nadya sendiri.

“Tadinya saya mau daftar volunteer Asian Game 2018 karena saya pikir saya tidak akan main di Asian Game 2018, tidak ada harapan. Namun saat saya di kasih tau pelatih nama saya ada di surat panggilan senengnya bukan main!”

Nadya mengaku sempat akan mendaftar menjadi volunteer di acara bergengsi tingkat Asia tersebut dan sudah mempersiapkan diri untuk menjadi volunteer. Namun setelah menerima surat panggilan Nadya langsung melakukan pelatihan di Cibubur dan pelatihan di Korea Selatan selama 3 bulan.

Persiapan Asian Games bukan persiapan yang main-main karena harus mempersiapkan mental dan fisik yang cukup berat. Apalagi harus merayakan Idul Fitri tahun ini di Korea dan jauh dari keluarga yang ada di Indonesia. Total latihan persiapan Asian Games 2018 ini adalah 5 bulan dan Nadya harus menurunkan berat badan dari 62 kg menjadi 57 kg karena awalnya Nadya adalah atlet taekwondo kelas U62kg.

Nadya bisa dikatakan sebagai atlet beruntung jika dibandingkan dengan Raissa atlet Basket asal Surabaya yang pernah diangkat juga di website cangkang.id untuk cerita pahitnya yang tidak diperkenankan mengikuti pertandingan karena Hijab. Pasalnya selama karirnya, Nadya  tidak pernah mendapatkan masalah karena Hijab yang dikenakannya.

“Kalo buat aku sih tidak terlalu peduli tanggapan mereka, karena mereka tidak tahu apa yang kita rasakan saat latihan secara keseluruhan, dan percaya deh mereka ga berhak buat comment” jawab Nadya saat dimintai tanggapan terkait komentar netizen di beberapa atlet Asian Games 2018 yang belum berhasil mendapatkan emas.

 

Baca Juga KOMENTAR NETIZEN KEPADA ATLET ASIAN GAMES 2018 DAN ENCOURAGING WORDS COMMENT

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *